Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on Nov 20, 2013 in Bisnis | 0 comments

Cintailah Uang Anda

Cintailah Uang Anda

Dalam kesempatan mengikuti pemaparan kajian ekonomi regional Triwulan III-2013 Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, Rabu (13/11/2013), di Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Provinsi Papua dan Provinsi Papua Barat, Kota Jayapura,  para peserta yang merupakan awak media massa baik elektronik maupun cetak diberi kesempatan untuk melihat bagaimana kerja Bank Indonesia dalam menggelola uang, termasuk melihat stok uang yang ada di gudang KPwBI Provinsi Papua & Papua Barat.

Laporan : Ahmad Jainuri – Bintang Papua – Jayapura

Bersama Deputi Direktur KPwBI Provinsi Papua & Papua Barat, Hasiholan Siahaan dan dua staf serta security, seluruh wartawan  diajak masuk dari ruang teller sebagai tempat masuknya uang ke KPwBI Provinsi Papua & Papua Barat.
Sebelum masuk ke sejumlah ruang pengelolaan uang, peserta yang diperbolehkan masuk dibatasi enam orang. Kamera, hand phone, tas dan segala peralatan harus ditinggal di luar.
Sebelum masuk pun dilakukan pemeriksaan oleh security, dan diwajibkan menggunakan pakaian khusus, selayaknya pakaian steril di ruang operasi di rumah sakit.
Pertama, peserta diajak masuk ke ruang yang posisinya di belakang kasir BI. Di sini diperlihatkan bagaimana staf yang bertugas di ruang tersebut menyortir uang, guna memisahkan antara uang yang tidak layak edar (lusuh atau rusak) dengan uang yang masih layak edar.
“Di sini intinya BI menginginkan agar uang kartal (uang kertas maupun logam) yang beredar di masyarakat dalam kondisi layak edar,” ungkap Hasiholan sambil menunjukkan tumpukan uang tidak layak edar yang akan dimusnahkan, serta mesin sortir yang sedang dioperasionalkan.

Ia pun mengimbau kepada masyarakat untuk menyayangi uang. Yakni jangan melipat, menstaples, ataupun tindakan yang sekiranya dapat merusak ataupun membuat lusuh,  saat menyimpan uang.
“Sayang kan kalau melihat uang sebanyak ini harus dimusnahkan,” ujarnya.
Kerja mesin sortir maupun mesin hitung uang yang ada di setiap perbankan maupun di masyarakat luas, menurutnya menggunakan tenaga angin.
Sehingga ketika menghitung uang yang ada diantara uang tersebut terdapat lobang atau celah angin ataupun sudah dalam keadaan sangat lusuh dan tidak layak edar sebagaimana kriteria yang ditetapkan, uang tersebut tidak terhitung oleh mesin.
Di ruang tersebut terdapat tumpukan uang berbagai nominal, baik logam maupun kertas yang ditempatkan dalam keranjang, dan siap untuk dimusnahkan.
Ruang kedua adalah berupa gudang, untuk menyimpan uang baru yang didatangkan dari Kantor BI Pusat, dan uang yang datang dari masyarakat maupun titipan dari perbankan lain. Di ruang tersebut juga terdapat uang yang tidak layak edar dan siap dimusnahkan.
Hasiholan mengungkapkan bahwa uang yang tersedia di gudang KPwBI Provinsi Papua & Papua Barat yang jumlahnya ratusan miliar rupiah, mencukupi untuk kebutuhan masyarakat hingga tiga bulan mendatang.
“Jadi masyarakat di Papua tidak perlu khawatir akan persediaan uang di bank, menjelang dan saat perayaan Hari Raya Natal dan Tahun Baru nanti,” ujarnya.
Ia berharap, agar masyarakat tidak berlebihan dalam mengambil uang di bank. “Ambil sesuai kebutuhan saja,” ujarnya lagi.
Ruang berikut yang ditunjukkan adalah ruang penghancur uang kertas. Di dalam mesin yang mirip dengan penggilingan padi dengan tempat yang tertutup, uang dicacah dan kemudian dimusnahkan.
“Mesin ini setiap hari beroperasi menghancurkan dengan cara mencacah uang yang sudah tidak layak edar,” jelas Hasiholan.**

Sumber : http://bintangpapua.com/index.php/lain-lain/k2-information/ekonomi/item/10593-sayangi-uang-anda

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>