Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on Jan 2, 2015 in Berita Terbaru, Opini | 0 comments

Harapan Damai dari Papua

Harapan Damai dari Papua

Selama tahun 2015 ini, diharapkan rakyat Papua hidup lebih damai. Tidak ada kekerasan, tidak ada pembunuhan, tidak ada pertikaian antara TNI, Polri dan rakyat maupun masyarakat dengan masyarakat.

“Memasuki tahun 2015, kami ingin Papua dengan penuh damai dan mengakhiri tahun 2014  dengan penuh damai, kata Gubernur Papua, Lukas Enembe, usai perayaan Lepas Sambut Tahun di Halaman Kantor Gubernur, Kamis (1/1) dini hari.

Menurutnya, setiap orang boleh hidup di atas Tanah Papua, tetapi hidup dengan damai dan saling berdampingan satu sama lain. Gubernur mengimbau agar pengalaman pahit yang telah dilalui ditinggalkan dan membangun dan menata kembali Papua menuju ke arah yang lebih baik.

Disinggung  soal  janji  Presiden RI ke Papua? Dikatakan, Presiden Jokowi datang langsung ingin mendengar dari rakyat. Pemprov Papua belum memberikan masukan kepada Presiden.

“Tentu sekali, kebijakan Presiden akan kami dukung. Kami sebagai perpanjangan pemerintah di daerah, siap melaksanakan, sesuai dengan keinginan masyarakat yang sudah disampaikan kepada Presiden secara langsung,” katanya.

Apa yang dibutuhkan Papua? Gubernur mengatakan, Papua butuh percepatan pebangunan. diakui, selama ini pembangunan di daerah ini lebih lambat dibanding provinsi lain. “Kami sedang memperjuangkan RUU Otsus Plus. Sekarang sudah ada di DPR RI. Harapan saya, apa yang diinginkan masyarakat, semua ada dalam RUU itu. Mudah-mudahan tahun ini sudah bisa mendapatkan UU Otsus Plus ini,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Gubernur Lukas Enembe melakukan perayaan malam Tahun Baru dilakukan secara sederhana terkait dengan musibah jatuhnya AirAsia. Perayaan malam lepas sambut tidak semeriah tahun–tahun sebelumnya.

“Ya, kita laksanakan tidak seperti tahun lalu yang terlalu meriah, namun sekarang tidak seperti itu karena lebih pada ibadah memasuki tahun baru dan tidak terlalu ramai seperti tahun kemarin,” ujarnya.

Apalagi, kata gubernur, karena memang Presiden Jokowi sudah menekankan seperti itu, termasuk tidak perlu berhura-hura atau lebih baik melakukan penghematan. “Jadi, saya pikir ini lebih efisien dalam penyelenggaraan pemerintah. Bahkan, ada pemerintah daerah yang tidak menggelar malam lepas sambut tahun baru,”ujarnya.

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>