Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on Jun 26, 2014 in Berita Terbaru | 0 comments

Jelang Pilpres, TNI Temukan Provokasi Politik Dan Ancaman Keamanan Di Papua

Jelang Pilpres, TNI Temukan Provokasi Politik Dan Ancaman Keamanan Di Papua

Komando Daerah Militer (Kodam) XVII/Cenderawasih mengaku ada menemukan sejumlah tindakan provokasi politik dan ancaman keamanan jelang pelaksanaan Pemilihan Umum Presiden (Pilpres) 9 Juli 2014 mendatang.

Tindakan provokasi yang ditemukan pihak Kodam berupa teror melalui SMS dan selebaran yang isinya mengajak masyarakat untuk tidak memilih dan bersatu untuk memboikot Pemilu. Bahkan dalam selebaran yang dibagikan terdapat tulisan pro referendum.

“Ini jelas jadi masalah kalau rakyat percaya. Namun saya yakin masyarakat sudah lebih cerdas. Sehingga tidak perlu kuatir, mereka tidak akan tergerak untuk melakukan itu. Karena masyarakat sudah mengerti, lebih baik meningkatkan kesejahteraan kehidupan,” kata Pangdam XVII/Cenderawasih Mayor Jendral (TNI) Christian Zebua dalam Rapat Pemantapan Pemilu, di Sasana Krida Kantor Gubernur Dok II Jayapura, Papua, Rabu (25/6).

Sepekan lalu Presiden Soesilo Bambang Yudhohono (SBY) melakukan kunjungan kenegaraan ke Negara Fiji. Dalam forum pertemuan dengan negara-negara Pasifik, SBY menjelaskan kondisi Papua di bawah kepemimpinan Lukas Enembe telah membawa perubahan terhadap pembangunan Papua, keamanan dan konsentrasi untuk meningkatkan  kesejahteraan.

“Pada waktu itu ada sejumlah saudara yang beda paham sebarkan sms dan selebaran untuk melakukan tindakan atau kegiatan bertujuan untuk menganggu acaranya SBY. Supaya pada saat SBY di sana, di Papua ada masalah besar. Namun beruntung, semua bisa diatasi berkat kerja keras pihak TNI dan Polri di Papua,” ujarnya.

Selain adanya provokasi politik, kata Pangdam, pihaknya juga menemukan adanya ancaman yang diduga dari kelompok sipil bersenjata. Dimana kelompok ini mengancam akan melakukan gangguan terhadap pos TNI dan Polri di daerah perbatasan.

“Tentunya ini akan kita jadikan perhatian bersama. Kalau memang terjadi gangguan di pos TNI/Polri, pastinya tentara siap, apalagi kalau mereka bersenjata. Tentara ucapkan selamat datang walaupun itu tidak diharapkan,” tukasnya.

Untuk itu, dalam rangka menjaga situasi keamanan jelang dan pasca pemilihan Presiden, TNI akan memback up Polri. Setidaknya sebanyak satu Setingkat kompi untuk membantu Polda, satu satuan setingkat pleton untuk membantu setiap Polres.

Selain itu, lanjutnya, sedikitnya ada lima ribu prajurit yang disiapkan sebagai cadangan. Adapun daerah yang menjadi prirotas pengamanan adalah daerah perbatasan dan pegunungan. Seperti daerah, Kota Jayapura, Jayawijaya, Paniai, Lanny Jaya, Intan Jaya, Nduga, Tolikara, Puncak Jaya dan Puncak.

Sementara untuk menjaga situasi keamanan agar tetap aman dan damai jelang Pilpres, TNI bekerja sama dengan Polri juga telah melakukan cipta kondisi. Melalui pendekatan keagamaan, seperti pembangunan rumah ibadah, melakukan kegiatan bhakti sosial, pembinaan Pramuka, dan kegiatan olahraga.

“Untuk cipta kondisi ini kita dapat bantuan dari pemerintah provinsi dalam hal ini Gubernur. Hal ini kami lakukan agar prajurit bisa berkomunikasi dengan masyarakat, untuk menjalin kebersamaan. Karena pengamanan suatu wilayah, semua komponen harus bertanggung jawab. Untuk itu, diharapkan tidak ada benturan saat Pilpres seperti pada saat pileg lalu. Itu karena kita semua bekerja mengedepankan cipta kondisi dalam rangka pencegahan,” katanya.

Ditambahkannya, permasalahan Pemilu di Papua garis besarnya adalah pertama, persoalan pendistribusian logistik apabila terlambat akan menimbulkan masalah. Oleh sebab itu Kodam Cenderawasih akan membantu pendistribusian logistik ke daerah daerah yang sulit dan hanya dapat dijangkau dengan menggunakan pesawat terbang.

Kedua, penyelenggara Pemilu yang abaikan aturan atau tidak netral. “Disini saya mau tegaskan berulangkali, TNI akan bersikap netral dan tidak berpihak pada salah satu pasangan calon. Meski diketahui, salah satu calon Presiden nomor urut satu, Prabowo Subiyanto merupakan mantan Jenderal TNI,” tambahnya.

Sumber : Tabloid Jubi

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>