Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on May 23, 2014 in Berita Terbaru, Opini | 0 comments

Kapolda Papua: Konflik di Mimika Pelik

Kapolda Papua: Konflik di Mimika Pelik

Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkompinda) akan bertemu guna mencari solusi perdamaian di Kabupaten Mimika. Pertemuan di Mimika pekan depan ini rencananya akan dihadiri 16 kepala daerah di wilayah Pegunungan Tengah.

Terkait penuntasan konflik di Mimika ini, Kapolda Papua, Tito Karnavian mengungkap, kemungkinan penggunaan Instruks Presiden Nomor 2 Tahun 2013 tentang Penanganan Gangguan Keamanan Dalam Negeri.

Salah satu aturan di dalamnya, kata Tito, adalah pengambilalihan penanganan konflik sosial oleh kepala daerah melalui tim terpadu. Tim terdiri dari Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), tokoh adat dna agama dan sejumlah instanis lainnya.

Menurut Tito, konflik di Mimika tidak bisa hanya diselesaikan oleh aparat keamanan. Sebab konfliknya semakin pelik dan melibatkan warga di lebih dari satu kabupaten.

“Ada akar masalah yang kompleks yaitu masalah sengketa ulayat, antara Dani, Moni dan melibatkan Komoro dan kemudian masuk juga masyarakat Mee dan masyarakat Damal, Amungme, ditambah lagi dengan adanya korban yang luka, yang meninggal, kemudian pihak yang merasa korban ini ingin membalas,” ujar Tito.

Karenannya, kata dia, akar masalah dituntaskan satu per satu.

“Harus diselesaikan dua persoalan. Persoalan akar masalah ulayat diselesaikan. Persoalan korban-korban yang luka itu  harus diselesaikan,” tambah Tito.

Konflik di Mimika terjadi sejak awal tahun lalu. Akibat konflik ini, puluhan orang tewas dan ratusan lainnya luka-luka. Warga yang bertikai selalu menyelesaikan masalah tersebut dengan cara berperang dengan senjata tajam, tombak dan panah. Namun, akar masalahpun akhirnya tak pernah selesai.

Akar masalah konflik di Mimika adalah memperebutkan tanah di sekitar lahan irigasi yang berada di Jalan Trans Mimika-Paniai. Kepolisian setempat menduga perebutan lahan ini ada aktor intelektual yang mendalanginya, sebab nilai ekonomis sangat menguntungkan pada lahan tersebut.

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>