Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on Oct 1, 2014 in Berita Terbaru | 0 comments

Masyarakat Lanny Jaya akan Deklarasikan Diri Hadapi Kelompok Bersenjata

Masyarakat Lanny Jaya akan Deklarasikan Diri Hadapi Kelompok Bersenjata

Masyarakat Lanny Jaya dalam waktu dekat ini akan mendeklarasikan diri bersama pemerintah dan aparat keamanan, untuk menghadapi segala bentuk gangguan keamanan dari Kelompok Bersenjata (KB).

Bupati Lanny Jaya, Befa Yigibalom ketika ditemui wartawan di Wamena, Selasa (30/9) mengungkapkan, hal ini dilakukan sebagai bentuk kepedulian masyarakat dalam menjaga daerah mereka dari gangguan keamanan pasca adanya penembakan terhadap aparat keamanan beberapa waktu lalu.

“Kami akan ada pertemuan dengan seluruh masyarakat di Lanny Jaya, membahas dan mendeklarasikan diri dalam pengamanan wilayah mereka masing-masing,” ujar Befa.

Hal itu dijelaskan Befa setelah operasi aman matoa berakhir pada 27 September lalu, di mana adanya pengurangan pasukan dari Lanny Jaya.

Menurut Befa, sipil tidak menjamin keamanan di Lanny Jaya tetapi lebih kepada bagaimana menghadapi KSB. Ini akan menjadi urusan masyarakat dan pemerintah dengan dibantu oleh Polisi dan TNI.

“Untuk menyatakan soliditas menolak pergerakan itu, akan dilakukan secara besar-besaran dan ini kalendernya segera dalam minggu ini, jadi semua kepala kampung, tokoh-tokoh akan menyatakan menolak keberadaan KB di Lanny Jaya,” tegasnya.

Dikatakan, bila ada kepala desa atau siapa saja yang berani menampung kelompok tersebut, maka tidak akan mendapatkan fasilitas dari pemerintah. “Kepala desa atau siapa pun yang berani menampung kelompok bersenjata, maka dia tidak boleh terima fasilitas pemerintah,” katanya.

Dia juga berharap kepada aparat TNI dan Polri yang masih bertugas di Lanny Jaya, agar tetap waspada karena orientasi kelompok ini adalah menembak aparat terutama Polisi dan TNI.

“Sehingga pasca kejadian ini harap ada tingkat kewaspadaan yang tinggi, sambil Polisi maupun TNI juga bebas untuk melakukan tindak keamanan di Lanny Jaya,” terangnya.

Bupati Lanny Jaya menambahkan, meski telah dilakukan pengurangan pasukan, namun sistem pengejaran terhadap KB masih tetap dilakukan.

Disisi lain, meski operasi aman matoa berakhir namun pihak TNI masih tetap siaga di daerah Lanny Jaya, untuk mengamankan wilayah tersebut agar seluruh roda pemerintahan, perekonomian berjalan sebagaimana biasa.

“Kita tetap siaga dan standby disana dalam rangka mengamankan wilayah kabupaten Lanny Jaya. Jadi, dengan adanya operasi aman matoa masuk penegakan hukum kita hanya back up, kalau pun mereka selasai pasukan kita tetap di Lanny Jaya,” ujar Dandim 1702/JWY, Letkol Inf. C.D.B Andrias ketika dikonfirmasi wartawan di ruang kerjanya.

Sementara itu, untuk situasi masyarakat di Distrik Pirime hingga saat ini sudah mulai kembali normal, di mana masyarakat telah kembali ke rumah masing-masing dan rencannya pasca operasi aman matoa pihak TNI bakal melaksanakan karya bakti untuk membenahi dampak terjadinya penyerangan beberapa waktu lalu.

Sementara itu Sekda Lanny Jaya, Christian Sohilait menambahkan, dengan berakhirnya operasi tersebut pihaknya berharap kedepan masyarakat harus bisa menjaga lingkungannya masing-masing.

“Karena itu, kita harap masyarakat dapat berikan informasi, laporkan tapi juga usir bila ada orang-orang yang hendak menganggu situasi keamanan di kabupaten Lanny Jaya,” tegas Sohilait.

 

sumber : Tabloidjubi

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>