Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on May 5, 2014 in Berita Terbaru | 0 comments

Merajut Harmoni Tanah Papua

Unit Percepatan Pembangunan Papua dan Papua Barat (UP4B) merilis buku bertajuk Merajut Harmoni Membangun Papua di Jakarta, Kamis (24/4/2014).

Buku ini berisi tentang pencapaian pembangunan yang dilakukan pemerintahan di Papua. Yang menarik, buku ini tidak seperti kebanyakan buku yang membeberkan pesan dengan untaian kata atau kalimat. Ataupun tidak disajikan hasil pembangunan dalam bentuk statistik. Buku setebal 333 halaman ini sebagian besar–– sekitar 90%–– berisi fotografi.

Membolak-balik halaman demi halaman, kita akan menjumpai foto-foto antara lain keceriaan anak-anak Papua, foto ruas jalan yang membelah hutan, foto-foto pelabuhan, dermaga, terminal pengisian bahan bakar, rapat-rapat koordinasi para pejabat departemen terkait, dan foto balai kesehatan serta pendidikan. Tentu ini sebuah pendekatan baru dalam menyampaikan laporan hasil pembangunan kepada publik. Juru Bicara UP4B Amiruddin Al-rahab mengatakan, pihaknya sengaja menggunakan pendekatan dokumentasi fotografi agar publik bisa melihat secara langsung seperti apa hasil pembangunan di Provinsi Papua dan Papua Barat.

Menurut Amiruddin, pendekatan fotografi lebih demokratis ketimbang pemaparan dalam bentuk tulisan. Dengan menampilkan foto-foto, pemerintah sesungguhnya tidak menyimpulkan hasil pembangunan. Publik yang melihat foto-foto tersebut bisa menyimpulkan sendiri. Untuk mempercepat proses pembangunan di Papua, SBY pada 2011 telah membentuk UP4B. UP4B memiliki beberapa program utama, antara lain pembangunan infrastruktur, pelayanan kesehatan, pembangunan pendidikan, dan pembangunan ekonomi kerakyatan.

Di bidang infrastruktur, pemerintah sudah membangun ruas jalan sepanjang 500 km, 60 unit jembatan, 3 buah dermaga sungai, 3 buah depo bahan bakar, dan 13 lapangan terbang. Pembangunan infrastruktur sangat penting, selain bisa membuka daerah yang masih terisolasi juga bisa mencegah kesenjangan sosial yang bisa berujung disharmoni sosial. “Pemerintah punya kewajiban untuk meningkatkan kesejahteraan sosial. Program percepatan ini merupakan pemenuhan hak-hak asasi warga Papua,” tegas Amiruddin.

Di bidang pembangunan pelayanan kesehatan dan pendidikan, pemerintah sudah meminta tambahan seribu orang petugas kesehatan dan sebanyak 969 tenaga pendidik serta mengirim siswa Papua ke sejumlah sekolah menengah dan perguruan tinggi di Jawa dan LuarJawa. Hinggakini, sudahratusan siswa Papua mengenyam pendidikan di berbagai daerah di luar Papua. Sementara untuk pembangunan ekonomi kerakyatan, pemerintah fokus pada pemberdayaanpetanikopi, karet, sagu, dan tanaman palawija.

Lebih jauh, Amiruddin menilai pembangunan di Papua dengan wilayah yang sangat luas membutuhkan perhatian besar sekaligus koordinasi tingkat tinggi. Koordinasi itu akan efektif jika ada lembaga yang langsung berada di bawah Presiden. “Membangun Papua butuh lembaga koordinasi yang langsung di bawah Presiden sehingga kerja bisa jalan cepat,” ujarnya. Karena itu, pembangunan di Papua yang dilakukan di bawah koordinasi UP4B sangat penting dilanjutkan dalam rangka membangun keharmonisan.

Pasalnya, saat ini Papua berpotensi dilanda disharmoni sosial. Untuk membangun keharmonisan, satu-satunya jalan adalah melakukan percepatan pembangunan. “Karena kita alami terjadi disharmoni di Papua, keharmonisan di Papua hanya bisa dijalin bila ada pembangunan di Papua,” tegasnya.

Amiruddin mengatakan, tiga tahun masa kerja UP4B sudah kelihatan hasilnya. Namun, hasil yang selama ini sudah dicapai belum banyak yang tahu, lebih-lebih di luar Papua. Maka buku Merajut Harmoni Membangun Papua merupakan sarana untuk sosialisasi hasil yang sudah dicapai.

 

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>