Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on Jun 6, 2014 in Berita Terbaru | 0 comments

Pangdam Kecewa, Aparat Keamanan PNG Lengah Di Pintu Batas RI-PNG

Pangdam Kecewa, Aparat Keamanan PNG Lengah Di Pintu Batas RI-PNG

Panglima Kodam (Pangdam) XVII Cenderawasih, Mayor Jenderal TNI Christian Zebua menyesalkan tindakan pembiaran oleh aparat keamanan Negara Papua New Guinea (PNG), pasca penembakan anggotanya, Selasa (3/6) siang kemarin.

“Sedikit agak kecewa, karena gangguan itu persis datang dari wilayahnya negara sahabat PNG. Seharusnya kedua belah pihak mengamankan wilayahnya, ternyata teman-teman kami di PNG sedikit agak lengah. Sehingga, dia (kelompok sipil bersenjata) masuk dari jalan Imigrasi di sana, padahal itu wilayah PNG,” jelas Christian saat meninjau lokasi penembakan, Rabu (4/6).

Akibat lengahnya rekan-rekan aparat keamanan PNG, kata Christian, mengakibatkan adanya gangguan tembakan. Sebab pada saat terjadi gangguan tembakan, anggotanya melindungi agar tidak terjadi gangguan saat tamu dan peserta yang mengikuti kegiatan border atau pintu perbatasan RI-PNG dibuka.

“Kontak tembak tidak banyak, secara kebetulan tembakan mereka mengenai pantat dari anggota saya. Sehingga anggota kami melakukan pengejaran dan mereka (pelaku penembakan) lari ke PNG, kami tidak bisa melanjutkan itu semua,” kata Christian.

Saat ini, pihaknya tengah konsulidasi kekuatan dan koordinasi dengan PNG, guna melakukan tindakan di wilayah mereka, karena pihaknya tak bisa masuk ke negara PNG. “Pasukan-pasukan yang ada tetap seperti biasa. Tapi saya sudah perintahkan, kalau memang mereka masih mengganggu dan masih bersenjata, harus ditumpas. Dia harus ditindak secara keras dan tegas, jadi tak ada toleransi,” jelas Christian.

Kelompok sipil bersenjata itu, kata Christian, adalah saudara-saudara yang berbeda pendapat. Namun belakangan ini, kelompok itu berusaha memprovokasi masyarakat agar pintu ini tidak perlu dibuka lagi, sebab jika dibuka, masyarakat PNG akan berbelanja di wilayah Indonesia.

“Sementara ada pedagang-pedagang di wilayah mereka, tentu tak laku. Jadi mungkin ada satu hubungan antara pedagang yang ada di PNG dan yang bersenjata ini. Juga mereka (kelompok sipil bersenjata) coba pengaruhi masyarakat untuk tak mensukseskan Pemilu Presiden. Tapi kekuatan mereka kecil, masyarakat sudah sulit dipengaruhi oleh mereka,” jelas Christian.

Hingga kini, suasana wilayah perbatasan dua negara, di Skouw, Kota Jayapura, Papua (RI) dengan Wutung, Vanimo, (PNG) masih lengang dan belum terlihat adanya aktivitas perdagangan antara kedua negara seperti sebelumnya. Sebab hingga kini masyarakat sekitar wilayah perbatasan dua negara ini masih takut melakukan aktivitas seperti biasa.

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>