Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on Aug 7, 2015 in Wisata | 0 comments

“Satu Tungku Tiga Batu” Wujud Toleransi di Papua

“Satu Tungku Tiga Batu” Wujud Toleransi di Papua

Indonesia merupakan negara dengan tingkat keragaman yang cukup tinggi, baik dari segi etnis, budaya, hingga pada keragaman kepercayaan untuk memeluk agama. Telah kita ketahui bersama, akibat dari keragaman (perbedaan) tersebut maka dapat berimbas pada munculnya potensi konflik diantara masyarakat, hal ini dicontohkan dengan insiden yang baru-baru ini terjadi di bumi paling timur Indonesia, tepatnya di Kabupaten Tolikara, Papua, dimana insiden tersebut tak jarang dikaitkan dengan isu SARA.

Melihat kejadian tersebut, maka muncul beberapa komentar-komentar yang bernada miring diantara masyarakat yang saling menyalahkan. Tak jarang terlihat di beberapa media sosial, banyak diantara pemberi komentar tersebut, yang justru mengeluarkan pernyataan-pernyataan mengarah kepada provokasi yang dapat melukai perasaan orang lain. Padahal si pemberi komentar tersebut bisa jadi tak mengerti duduk perkara, serta akar masalah dari insiden tersebut.

Adalah sebuah falsafah yang dikenal dengan sebutan “Satu Tungku Tiga Batu”. Salah satu wujud toleransi yang dijadikan pegangan oleh masyarakat Papua dalam hidup untuk saling menghargai antar pemeluk beragama. Falsafah yang lahir di Kabupaten Fakfak (Papua Barat) ini, menggambarkan sebuah tungku sebagai perlambang kehidupan masyrakat Fakfak, yang di bawahnya ditopang dengan tiga batu, yaitu analogi dari tiga agama yang terdapat di Kabupaten Fakfak, yaitu; Islam, Kristen Protestan, Dan Kristen Katolik. Dimana nilai yang bisa ditarik dari falsasah Satu Tungku Tiba Batu, yaitu sebuah kehidupan yang dapat berjalan harmonis, dengan kekuatan persatuan dan rasa saling toleransi diantara umat beragama yang diwakili dengan ketiga agama dengan pemeluk terbesar di Kabupaten Fakfak.

Berdasarkan falsafah yang telah dijaga sejak tiga abad lalu ini, kehidupan antar umat beragama di Kabupaten Fakfak berjalan dengan sangat harmonis dan selalu dilandasi dengan rasa kekeluargaan, hingga tak pernah sekalipun terjadi masalah yang dapat menyebabkan perpecahan di daerah tersebut.

Itulah salah satu kelebihan masyarakat di Papua yang sebenarnya sangat menjunjung tinggi sikap toleransi. Semoga dapat membuka pengetahuan kita untuk dapat mempelajari dan menggugah kesadaran kita semua, bahwa perbedaan justru dapat menjadi alat pemersatu bangsa.

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>