Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on Nov 11, 2014 in Berita Terbaru | 0 comments

Soal Papua, Intensifkan Proses Dialog

Soal Papua, Intensifkan Proses Dialog

Proses perdamaian di Tanah Papua terus dilakukan. Upaya diplomasi menjadi salah satu opsi utama untuk membangun kedamaian di kawasan paling Timur Indonesia tersebut.  Utusan Presiden untuk Dialog Papua Farid Husain mengatakan, baik Pemerintah Pusat maupun Organisasi Papua Merdeka (OPM) harus lebih intensif melakukan dialog.

’’Kedua belah pihak harus sama-sama saling membangun kepercayaan. Opsi kekerasan dan senjata tak akan bisa mencapai perdamaian sampai kapan pun,’’ kata Farid belum lama ini.

Farid mengatakan, upaya diplomasi di Papua jauh lebih rumit dibandingkan di Nanggroe Aceh Darussalam maupun di konflik Poso. Ini dikarenakan organisasi militer maupun politik di Papua cukup banyak. Sehingga, ketika salah satu pimpinan panglima setuju berdamai, ini belum tentu diikuti oleh panglima lainnya. Karena itu, lanjut dia, upaya “blusukan” dari satu hutan ke hutan lainnya harus lebih intensif.

’’Nah, seiring dari tim kami masuk ke hutan-hutan untuk melakukan pertemuan dengan para panglima militer ini, pemerintah pusat  juga harus menjaga diri untuk tidak melakukan gerakan pengiriman tentara atau peluru. Ini mengganggu upaya diplomasi,’’ kata Farid yang merupakan dokter bedah asal Makassar, Sulawesi Selatan ini.

Pria yang juga menjabat sebagai Wakil Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) Pusat ini menjelaskan, Papua ibarat gadis yang seksi. Ada masalah sedikit saja di Papua selalu menjadi sorotan internasional. Maklum, dalam tubuh Papua yang luas di dalamnya terdapat stok tambang yang sangat luar biasa besar.

’’Karena itu, dalam penyelesaian perdamaian, Pemerintahan Jokowi harus saling menjaga diri. Harus serius dan fokus pada perdamaian. Jangan sampai hasil laporan kami yang selalu berdialog dengan OPM menjadi “mentah” gara-gara tidak concer pada perdamaian Papua,’’ jelas pria yang turut membidani perdamaian di Aceh dan Poso tersebut.

Pada kesempatan yang sama, Sekjen Dewan Presidium Papua Thaha Al Hamid mengatakan, apa yang dicari oleh masyarakat Papua saat ini adalah keadilan di tanah kelahirannya sendiri. Kata Thaha, hingga saat ini, jalan menuju mendapatkan keadilan seringkali mentah karena pemerintah pusat tidak melihat Papua secara utuh.

’’Di satu sisi, Pusat selalu melihat Papua telah diperlalukan secara adil melalui Otonomi Khusus. Padahal, bagi kami mendapatkan dana triliunan rupiah bukan jawaban satu-satunya,’’ kata Thaha.

Thaha sendiri menyesalkan setiap ada bentrok antara sayap militer OPM dengan TNI. Seharusnya, kata dia, TNI tidak perlu terlalu banyak memperlihatkanj senjata. Pasalnya, dengan banyaknya tentara di setiap perempatan jalan justru hal tersebut semakin menambah ketegangan.

’’Padahal yang kami inginkan adalah suasana yang lebih kondusif di Tanah Papua. Jangan lagi ada ketegangan bersenjata,’’ pungkasnya.

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>