Pages Menu
TwitterRssFacebook
Categories Menu

Posted by on Apr 24, 2014 in Berita Terbaru | 0 comments

Tidak Mau Kecolongan Lagi, Budaya Papua Dipatenkan

Tidak Mau Kecolongan Lagi, Budaya Papua Dipatenkan

Tidak Mau Kecolongan Lagi, Budaya Papua Dipatenkan. Setelah kasus reog ponorogo, batik, kemudian keris dan wayang yang diakui sebagai budaya negeri tetangga, Indonesia benar-benar harus evaluasi diri. Jika tidak ingin hal ini terulang lagi, tentunya harus ada upaya nyata untuk mencegahnya.

Kekayaan seni dan budaya Indonesia seringkali membuat negara lain iri, karenanya pemerintah harus benar-benar memperhatikannya, terutama pemerintah daerah yang berhubungan langsung dengan masyarakat dan budaya itu.Untuk menghindari hal tersebut, Gubernur Papua Lukas Enembe memiliki program mematenkan seni dan budaya yang dimiliki Bumi Cenderawasih.

Dalam sebuah acara pelantikan Dewan Kesenian Tanah Papua (DKTP) yang baru periode 2014-2019, seperti yang tercantum dalam laman resmi Provinsi Papua, Gubernur Papua Lukas Enembe menugaskan DKTP untuk mematenkan seluruh seni dan budaya yang ada di Bumi Papua.

“Jadi, hari ini (15/4/2014) saya tugaskan kepada Dewan Kesenian untuk segera menata potensi kekayaan budaya kita, baik seni pahat, seni tari atau seni apa saja, termasuk sanggar-sanggar yang dimilik kelompok dan keluarga agar ditata dengan baik. Dan saya tugaskan untuk dipantenkan segera jangan sampai diklaim orang lain,” kata Lukas Enembe.

Dalam merealisasikan rencana ini, Lukas mengatakan jika pemerintah daerah akan berusaha memfasilitasi semua kebutuhan kantor DKTP, agar dapat bekerja dengan baik. “Untuk melakukan tugas besar itu maka para pengurus harus memiliki sarana penunjang yang baik pula,” jelasnya.

Selain membahas mengenai pematenan seni dan budaya, Gubernur Papua itu juga membahas mengenai perlindungan hewan. Cenderawasih sebagai hewan khas Papua sudah semakin punah karena seringnya diburu. Karenanya Gubernur menyampaikan pesan penting kepada Dewan Kesenian untuk membuat aksesori cendrawasih imitasi, sehingga tidak membunuh burung cendrawasih yang merupakan burung `surga` serta habitat aslinya di Provinsi Papua

Mendengar arahan dan penjelasan Lukas Enembe, Ketua Umum DKTP, Nomensen Mambraku menyatakan kesiapannya untuk melakukan langkah-langkah strategis guna mengupayakan penggalian, pengembangan dan perlindungan terhadap potensi seni budaya Papua. “Kami akan mensinergikan berbagai program dan kegiatan organisasi dengan kebijakan pemerintah saat ini, yaitu Papua bangkit, mandiri dan sejahtera,” ujarnya.

Nomansen juga mengatakan jika seni dan budaya Papua adalah pilar terakhir yang mengindikasikan bahwa Papua ada dan hidup di atas bumi persada Nusantara. Oleh sebab itu, seni dan budaya merupakan pertahanan terakhir dari identitas orang Papua dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sumber : iberita.com

Post a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>